udah lama sekali tidak diupdate blog ini, bukan suka2x p keMALASan yg meLAMPAU menyebabkan daku xberBUAT apa2x. kan Qalby kan. sukaku FLASHBACK kembali tujuanku berBLOG ni, skadar utk berkongsi bukan dengan seSIAPA tapi cukuplah sekadar dgn diri sendiri. semoga apa yang terPAHAT di sini dapat mengINGATkn aku sampai MATI. peace!!!!
Kali ini aku ingin berkongsi suatu peristiwa, huhuhu.. sudah beberapa hari xdapat aku tanggalkn dalam ingatan. nak kata xdapat tido malam tu, xlaa sampai camtu sekali, tpi selagi tdak kutemu RESOLUSInya, aku tetap xTENANG...
BUKAN!!!!!! bukan pasal AWEK atau CRUSH dan seumpama dnganyalah. kali ni bukan berkenaan dengan CINTA MANUSIA. tapi aku xkata ianya xberkaitan CINTA. hehehe. cukup penting bagi sesiapa yang sedang mengejar CINTA ILAHI~... apa yg kuDENGAR ini amat berkaitan dgn MUSLIMAH kita masa kini.. (T__T)
ni dh perenggan ke4, bila nk citer????
Jey sebenarnya xnak post, tapi bila dh terbaca entry akhi Odin, terdetik plak nk share...xnaklaa citer, biarlah ianya menjadi rahsia pengAJARan buat diri, rakan2x, sahabat, keluarga dan bakal2x keluargaku kelak..
ini Entry Akhi Oden yg mahu Jey kongsi.. ianya amat berkaitan dgn peristiwa yg membuatkan Jey cukup terKESAN itu..
Buat Saudariku yang dirahmati oleh Allah
Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.......
Ukhti yang baik,
Kecantikan
adalah anugerah. Senyum manis adalah berkah. Sungguh kurnia dari Allah
bahwa wanita diciptakan memiliki kecantikan yang sangat mempesona. Dan
kecantikan itulah yang akan menjadi jalannya menuju surga, jika ia mampu
mengimbanginya dengan akhlaq yang mulia.
Rasulullah
s.a.w menjelaskan bahawa antara fitrah lelaki adalah menyukai
kecantikan wanita. Bahkan ‘Aisyah yang merupakan salah seorang
shahabiyah paling pandai di masa itu, terkenal pula karena
kecantikannya. Rasulullah menjulukinya Humaira`: Gadis yang pipinya
merona merah.
Dan
kerana kecantikannya itu, wanita dapat mengumpulkan pahala yang
sebesar-besarnya dari Allah. Caranya? Bersyukurlah atas nikmat yang
Allah berikan itu dan pandailah menjaga diri. Rasulullah mengajarkan
cara bersyukur itu dengan membiasakan diri membaca do’a tatkala
bercermin yang maknanya,
“Ya Allah… Sebagaimana Engkau telah mengelokkan parasku, elokkan pulalah akhlaqku…”
Ukhti yang dijaga oleh Allah…
Tak
ada yang salah dengan kecantikan, karena, seperti kata pepatah,
kecantikan bukanlah suatu dosa. Tapi sungguh itu tak bererti bahawa
setiap wajah yang cantik berhak dijadikan barang tontonan. Kami kaum
pria sangat bersedih kerana sekarang ini banyak di antara kawan-kawan
Ukhti yang gemar memapar wajah cantik mereka di profil Facebook. Juga di
blog-blog yang katanya pribadi, tapi nyatanya dapat diakses oleh
siapapun.
Ini
adalah satu hal yang sangat marak belakangan ini. Satu hal yang
dianggap lumrah, sehingga para gadis berjilbab itu memasang pose-pose
mereka di foto-foto yang kian hari kian bertambah jumlahnya. Seakan nama
saja sudah tidak cukup.
Mohon
Ukhti tanyakan pada mereka, apa sesungguhnya tujuan mereka memaparkam
foto tersebut di tempat-tempat publik? Yakni foto dengan gaya yang
menggoda serta senyum yang memikat!
Jika
tujuan berjilbab itu adalah agar menutupi aurat dan terhindar dari
pandangan-pandangan jahat, apakah itu pula yang menjadi tujuan mereka
saat bergaya di depan kamera dan memamerkannya pada setiap orang?
Jika
berjilbab itu tujuannya adalah mencari ridho Allah, apakah tujuan
memperlihatkan foto-foto itupun adalah ridho Allah? Apakah betul Allah
akan ridho pada wanita yang melakukan hal itu?
Ukhti yang baik,
Kami
kaum pria sangat bersedih menghadapi fenomena ini. Mengapa? Kerana
mungkin saja di antara gadis-gadis yang fotonya tersebar di seantero
jagad ini adalah isteri atau calon istri kami. Apakah mereka tidak tahu
bahwa foto mereka tersimpan dalam komputer puluhan, ratusan atau bahkan
mungkin jutaan pria lain yang tidak berhak? Yang mungkin saja dijadikan
alat oleh para pendosa sebagai gelanggang bermaksiat? Apakah mereka
mengizinkan pria-pria selain suami mereka itu menyimpan foto-foto
tersebut?
Ukhti,
Kami
kaum pria sangat bersedih mendapati semua ini. Mengapa? Kerana mungkin
saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah ibu atau calon ibu
kami, yang seharusnya menunjukkan caranya menjaga diri, bukan dengan
menunjukkan hal-hal yang seharusnya disembunyikan…
Kami
kaum pria sangat bersedih menyaksikan semua ini. Mengapa? Kerana
mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah guru atau
calon guru kami, yang seharusnya mendidik dan mengajarkan Al Qur’an
serta akhlaqul karimah kepada kami.
Apakah
semua ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian? Tanpa ada
seorangpun yang berani menegur serta mengingatkannya, memberitahukan
bahwa itu adalah sebuah kesalahan? Atau harus menunggu tangan-tangan
jahat memanfaatkannya untuk merosak harga diri dan menyebarkan aib yang
seharusnya ditutup rapat-rapat?
Ukhti yang baik…
JazakilLahu
khairan… Terima kasih banyak karena Ukhti tetap pandai menjaga diri
dari sekecil apapun celah-celah kealpaan. Tapi tolong sampaikan pula
pada kawan-kawan Ukhti, agar merekapun mengikuti jejak ukhti dengan
menghapus foto-foto mereka dari Facebook dan blog-blog mereka.
Sampaikanlah pada mereka agar menahan diri dari keinginan menunjukkan
eksistensi diri di hadapan pria yang tidak berhak.
Jika
mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang bahawa mereka cantik,
cukuplah tunjukkan pada suami mereka saja. Atau orang tua dan anak-anak
mereka saja. Karena Allah Maha Tahu segala sesuatu. Jika mereka
memerlukan sanjungan atas kecantikan yang telah dianugerahkan Allah pada
mereka, biarlah Allah saja yang menyanjungnya, dengan balasan
berlipat-lipat ganda di hari akhirat kelak.
Dan
jika mereka ingin kecantikan mereka dikagumi, biarkanlah suami mereka
saja yang mengagumi, lalu memberikannya sejuta hadiah cinta yang tidak
akan pernah ada bandingnya…
Sementara
kami, kaum pria yang tidak atau belum berhak atas itu semua, biarlah
asyik masyuk tenggelam dalam do’a, agar dianugerahi isteri yang cantik
dan shalehah, ibu yang baik dan bersahaja, guru yang taat dan menjaga
martabatnya…
Agar Allah mengumpulkan kita kelak di surga-Nya. Meraih ridho dan ampunan-Nya serta dihindarkan dari azab neraka…
Atas perhatian dari Ukhti, saya ucapkan jazakillahu khairan…
Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh...


0 comments:
Post a Comment